By: Panjul
Setelah
kita bahas definisi “ADA” di atas, maka pelan-pelan kita coba menuju ke
pertanyaan berikut. “Apakah ada yang menciptakan manusia?”
Kalau
kita urutkan, kita berasal dari hasil reproduksi ayah ibu biologis kita. Begitu
pula ayah ibu kita yaitu hasil dari reproduksi kakek nenek kita. Begitu
seterusnya hingga sampai ke manusia pertama. Saya ingatkan kembali, mari kita lupakan
sejenak mengenai pelajaran agama. Jadi, saya tidak sebut Adam sebagai manusia
pertama di sini. Lalu bagaiamana manusia pertama ini bisa ada. Jika kita ikuti
teori evolusi, maka nenek moyang manusia adalah dari primata. Artinya, adanya
manusia bukan karena penciptaan langsung, tetapi bagian dari proses evolusi.
Oke,
mari kita lanjutkan. Primata ada karena evolusi dari makhluk hidup sebelumya.
Jka kita teruskan lagi maka akan sampai dengan bahwa makhluk hidup pertama
bersel satu. Lalu, bagaimana makhluk hidup bersl satu pertama ini ada? Karena ada
protein asam amino yang memungkinkan untuk menjadikannya makhluk hidup. Lalu bagaimana
ada protein ini? Protein terbentuk dari unsur-unsur seperti karbon, hydrogen,
dan unsur lainnya. Bagaiamana unsur-unsur ini terbuat? Unsur-unsur ini terdiri
dari inti dan eletkron. Bagaiamana inti (proton dan neutron) dan elektron ini
terbuat? Karena adanya sub partikel. Mari kita lewatkan detil kelanjutannya
sehingga suatu saat kita akan mendapatkan satu titik dimana di titik ini
terjadi suatu kejadian yang tadinya tidak ada menjadi ada. Salah satu teori
menyebutkan bahwa ledakan besar (big bang) lah yang terjadi di titik tersebut.
Mari kita asumsikan teori evolosi dan big bang itu benar, maka pertanyaannya
adalah “apakah ada yang membuat ledakan besar tersebut?”
Jawaban
saya pasti “ada”. Karena apapun kejadian itu tidak mungkin tidak ada
penyebabnya. Apakah itu “Tuhan”? Saya akan jawab belum tentu. Kenapa belum
tentu? Karena kita tidak tahu apakah ada yang membuat si pembuat ledakan tersebut.
JIka ada maka pembuat ledakan itu bukan lah Tuhan. Ilmu manusia sangat terbatas
untuk sampai ke situ. Tapi yang jelas harus ada “pencipta yang tidak diciptakan”
di awal karena tanpa “pencipta yang tidak diciptakan” ini maka tidak mungkin
ada alam semesta yang kita lihat sekarang dan akan terus berkembang.
Jika
semua yang ada di alam semesta ini harus menyembah, maka yang patut disembah
hanya satu, yaitu “pencipta yang tidak diciptakan” ini. Hanya Dia yang pantas
disebut dengan Tuhan.
Jadi,
jika ada pertanyaan “Siapakah yang menciptakan Tuhan?”. Jawabannya “tidak ada”
karena syarat Tuhan itu tidak diciptakan. Kalau ada seorang yang bilang
bahwa Tuhan itu diciptakan, maka buat apa Tuhan orang itu dijadikan Tuhan? Bagi
saya, lebih pantas yang menjadi Tuhan adalah pencipta Tuhan tersebut.
Pemikiran
yang saya bahas di atas mengasumsikan teori evolusi dan big bang itu benar.
Kedua teori ini masih dapat diperdebatkan. Seperti teori-teori lainnya, kedua
teori juga bisa berubah dengan adanya penemuan yang lebih baru. Saya tidak
ingin memperdebatkan teori ini benar atau salah, yang jelas dengan teori
manapun maka kita akan sampai kepada Dia sang “pencipta yang tidak diciptakan”
Akhirnya
kita sampai ke pertanyaan ini: “Apakah Tuhan itu ada?”
Dengan
penjabaran pemikiran saya yang saya bahas panjang lebar di atas, maka saya jawab
“ADA”. Kenapa? Karena tidak mungkin Tuhan tidak ada. Kenapa tidak mungkin tidak
ada? Silakan baca penjelasan saya di atas. Siapa Tuhan itu? Dia adalah “pencipta
yang tidak diciptakan”
Notes:
Menjadi orang yang percaya adanya tuhan (teis) atau tidak (ateis) itu hak semua
manusia. Kita tidak bisa memaksakan kepercayaan. Yang bisa kita lakukan adalah
berfikir karena berfikir yang adalah yang membedakan kita sebagai manusia.