Kamis, 20 Mei 2021

Mengapa Yesus tidak mengakui dirinya sebagai Tuhan di dalam Kitab Injil?

 By: panjul

Saya akan coba jawab seobjektif mungkin, tapi saya pake anonim karena kuatir jadi debat kusir yang keluar dari topik pertanyaan dan mengingat tidak semua Quoran berfikiran terbuka. Intinya saya hanya share apa yang saya sudah pelajari. Benar atau salah diserahkan kepada pembaca masing-masing.

Mengapa Yesus tidak mengakui dirinya sebagai Tuhan di dalam Kitab Injil?

Jawaban yang pasti saat ini adalah tidak ada yang tahu karena pengarang injil (keempat kitab injil) sudah meninggal semua sehingga kita tidak bisa menanyakan langsung kepada mereka. Mungkin ini akan terjawab jika ditemukan mansukrip injil kuno lain yang menerangkan status Yesus sebenarnya.

Nah kalau jawaban yang tidak pasti ada dua pilihan: 1. Yesus mengakui, tapi ayat tersebut bersifat kiasan. 2. Yesus memang bukan Tuhan.

Tidak bisa dipungkiri bahwa semua ayat yang dijadikan argumen bahwa “Yesus adalah Tuhan” bersifat ambigu (maknanya lebih bisa lebih dari satu) atau kiasan. Kalau memang anggapan “Yesus adalah Tuhan” itu mutlak benar di injil, maka tidak ada yang namanya aliran Unitarianisme (contoh Arianisme, saksi Yehova). Logikanya, aliran ini juga menggunakan injil yang sama, tapi konsep yang paling fundamental ini bisa berbeda. Artinya, ada perbedaan penafsiran atau penakwilan injil. Ini berarti ayat-ayat tersebut memiliki makna lebih dari satu atau kiasan.

Mungkin satu-satunya ayat yang secara eksplisit menyetujui bahwa “Yesus adalah Tuhan” adalah Yohanes 13:13.

“Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.”

Namun, kata “Tuhan” disini juga bersifat ambigu karena asalnya dari kata “Lord” atau “Kyrios”. Kata ini bisa diterjemahkan sebagai “Tuhan”, “Tuan”, atau “Junjungan”. Dalam beberapa versi, ayat ini diterjemahkan menggunakan kata “junjungan” atau “Tuan”. Karena saya bukan kristolog,atau teolog, maka saya tidak ingin membahas ini lebih jauh. Biarkan mereka para ahli yang berbicara, tinggal googling aja video “perdebatan unitariaisme dan Trinitarian” atau sejenisnya. Zaman sekarang gampang cari informasi, yang susah adalah cari mana yang valid. Kenapa saya sarankan dari video debat? Karena dalam debat, adu argumennya terlihat sekali, sehingga sudah ototmatis informasi yang dibutuhkan keluarkan. Nah, kita tinggal cek apa yang narasumber katakan itu valid apa tidak. Kalau perlu cek juga debat Yesus dalam pandangan Kristen dan Islam. Loh, kenapa Islam? Karena pandangan Yesus dalam Unitarian hampir sama dengan pandangan Yesus dalam Islam. Menurut pendapat saya, jika seorang Unitarian percaya bahwa Muhammad adalah utusan Allah maka secara esensi dia sudah islam.

Intinya, ada ayat-ayat yang dijadikan argumen bahwa Yesus adalah Tuhan, tapi banyak juga ayat yang secara tegas menunjukkan bahwa Yesus adalah utusan Allah (nabi) dengan segala keterbatasannya. Masing-masing pihak memiliki argumennya. Namun setiap pihak juga punya konsekuensi terhadap anggapannya (Yesus Tuhan atau bukan Tuhan).

Bagi pihak yang menyatakan Yesus adalah Tuhan maka mereka harus bisa menjelaskan bagaimana ayat-ayat yang mengindikasikan bahwa Yesus bukan Tuhan (lebih tepatnya hanya seorang Nabi), contohnya Yesus mengaku nabi, Yesus berdoa kepada Allah, Yesus tidak tahu kapan hari kiamat, Yesus mati, dan lain-lain. Bagaimana Tuhan bisa seperti ini? Untuk menjawab ini, pihak Kristen arus utama mengarang/membuat/mengkonsepkan Trinitas. Beberapa sumber juga menggunakan istilah “incognito project”. Sehingga pada saat dihadapkan dengan kenyataan ayat yang menunjukkan Yesus adalah manusa biasa, bisa dijawa dengan berdalih bahwa Yesus kan 100% manusia dan 100% Tuhan. Yup, hal ini seperti memberikan standar ganda (tidak konsisten) untuk membenarkan konsep bahwa Yesus adalah Tuhan. Lebih-lebih lagi, konsep “incognito project” dan trinitas tidak ada di dalam injil. Jika ditanya mana bukti konsep itu benar, maka jawabannya balik ke ayat-ayat ambigu tersebut. Artinya konsep trnitias and “incognito project” adalah penafsiran juga. Inilah kelemahan konsep Trinitas yang membuat tidak sedikit orang Kristen keluar dari agamanya.

Di sisi lain, bagi pihak yang menyatakan Yesus adalah Nabi (Unitarian), mereka juga memiliki argumen argumen yang kuat. Ayat-ayat yang menyatakan bahwa Yesus adalah Nabi (manusia) ada banyak dan dinyatakan secara eksplisit. Tapi, pihak ini juga harus bisa menjelaskan ayat-ayat ambigu yang dijadikan argumen bahwa Yesus itu Tuhan. Misalnya: “Aku dan Bapak adalah satu”. Salah satu penafsirannya adalah, kata “satu” disini memiliki arti kiasan, yaitu bukan pribadinya yang satu tapi satu ajaran (Firman). Sekali lagi saya tidak akan membahas detail mengenai ini karena saya bukan ahlinya. Saya hanya memberikan contoh saja tanpa mempertimbangkan keakuratan.

Debat semacam ini sudah tejadi sejak lama. Kalau kita lihat sejarahnya, perbedaan pandangan trinitas dan unitarianisme sudah terjadi sebelum konsili nikea I. Dengan mempelajari sejarah kita bisa tahu dengan jelas kapan, apa dan dimana. Tetapi kita tidak bisa tahu dengan pasti mengapa dan bagaimana. Nah berdasarkan sejarah, yang jelas kita bisa tahu bahwa status Yesus itu diperdebatkan sejak lama. Kemudian “disepakati” bahwa ajaran yang “lurus” dalam Kristen adalah Trinitas dalam konsili nikea I. Sedangkan pandangan unitarianisme, yang digagas oleh Arius, dianggap Bidah. Arius sendiri belajar Teologi di Antiokia, yang merupakan pusat agama Kristen pada abad pertama masehi. Di antiokia inilah murid-murid Yesus untuk pertama kali disebut Kristen.

Kenapa sekarang jadi masih diperderbatkan?

Jelas karena yang menyepakati dalam konsili nikea I itu juga manusia biasa semua, bukan nabi atau malaikat. Konsili nikea adalah semacam musyawarah/rapat/meeting, maka tidak bisa dihindari adanya maneuver-manuver politik untuk suatu kepentingan pada saat konsili tersebut berlangsung. Coba saja bayangkan jika yang disepakati dalam konsili nikea I adalah paham arianisme (unitrianisme). Bukan tidak mungkin, saat ini yang menjadi mayoritas dalam Kristen adalah Unitarianisme dan Trinitaslah yang dianggap bidah. Bahkan, jika kita pelajari sejarah lebih jauh, maka ada juga doktrin lain semacam Sabellianisme. Intinya sejak zaman dahulu penjelasan injil mengenai Yesus itu diperdebatkan sehingga banyak penafsiran. Ini fakta yang memang tidak bisa dibantah. Oleh karena itu, tidak sedikit para biblical scholar yang mempertanyakan keakuratan injil mengingat injil juga dikarang oleh manusia. Inilah yang dilakukan oleh Robert Funk yang menggagas Jesus Seminar. Silakan googling sendiri saja lah apa yang mereka temukan dari hasil studi mereka.

Lalu mana yang benar? Karena saya sudah bilang diawal ingin seobjektif mungkin, maka jawaban panjang saya ini bukan untuk menenyimpulkan mana yang benar dan salah. Benar dan salah diserahkan kepada para pembaca masing-masing. Yang ingin saya share disini adalah supaya kita tetap terus belajar dari berbagai pandangan dan tidak terkurung oleh komunitas yang itu-itu saja. Kita perlu kritisi agama untuk mendapatkan jawaban apakah agama ini benar. Kita perlu bandingkan agama yang satu dengan yang lainnya untuk mendapatkan jawaban agama mana yang harus kita pilih. Waktu hidup kita di dunia terbatas.

Jika anda beragama (apapun agama itu), jangan telan mentah-mentah apa yang dikatakan oleh pemuka agama anda. Pastur, Pendeta, Kyiai, Ulama, Biksu, dll semuanya hanyalah manusia biasa yang pasti punya kesalahan. Rujukan orang yang beragama adalah kitab sucinya, bukan tokoh agamanya dan bukan kelakuan para pemeluknya.


Senin, 17 Mei 2021

Dari mana Muslim bisa berpendapat bahwa kitab Injil itu sudah diubah?

By panjul

Saya coba jawab sesuai pengetahuan saya saja ya sebagai muslim. Bagi muslim lainnya, Saya mohon koreksinya jika ada yang salah.

Oke kita mulai.

Pertama: salah satu rukun Iman dalam Islam adalah beriman kepada kitab Allah. Kitab disini bukan hanya berarti dalam bentuk tulisan di dalam buku atau lembaran-lembaran. Contohnya Alquran, Alquran sebenarnya bukan dalam bentuk tulisan, tetapi dalam bentuk pengucapan (recite). Maka, jika kita melihat Alquran dalam bentuk buku, itu artinya pengucapan kalimat-kalimat Allah yang dibukukan.

Dalam islam, Alquran merupakan sumber rujukan utama (kitab suci). Oleh karenanya bagi penganutnya kebenaran Alquran adalah mutlak. Ada empat kitab yang oleh umat islam diyakini diturunkan oleh Allah SWT yaitu: Taurat kepada Musa As, Zabur kepada Daud As, Injil kepada Isa As, dan Alquran kepada Muhammad SAW.

Lalu bagaimana muslim berpendapat bahwa kitab injil itu sudah diubah?

Saya akan buat dua alasan: “Alasan Utama” khusus bagi muslim karena dasarnya adalah Alquran dan “Alasan pelengkap” karena dasarnya bukan Alquran. Jika anda tidak tertarik dengan Alquran, silakan lanjut ke alasan pelengkap kecuali anda ingin tahu tentang Alquran.

Alasan Utama (khusus bagi muslim):

Mungkin sudah ada jawaban-jawaban yang hampir sama dengan ini. Yaitu ada dalil-dalil dalam Alquran dibawah ini:

(Ali ‘Imran: 78):

“Sesungguhnya ada segolongan di antara mereka yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu mengira yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: ‘Ini (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah’, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui.”

Albaqarah:79

“Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, dengan maksud untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.” (Al-Baqarah: 79)

Seperti yang saya jelaskan di atas bahwa kitab sebelum Alquran adalah Taurat, Zabur dan Injil. Oleh karena itu makna ayat ini bisa dikatakan bahwa ada perubahan, pengnatian, atau penakwilan yang keliru dalam dalam kitab sebelum Alquran (termasuk injil) sehingga Alquran diturunkan untuk membenarkannya.

Dengan adanya argumen-argumen ini, maka muslim berpendapat bahwa Kitab sebelum Alquran telah mengalami perubahan, penggantian, atau penakwilan yang keliru. Lalu dimana yang asli? Jawabannya tidak tahu, karena Alquran tidak pernah menyebutkan dimana injil yang belum diubah. Lagi pula umat islam sudah punya rujukan Alquran, jadi keberadaan injil yang asli tidaklah penting.

Alasan pelengkap (pelengkap bagi muslim, dan alasan utama bagi non-Kristen)

Sebelum membahas lebih jauh mari kita coba definisikan lebih dahulu apa itu injil yang sekarang diyakini oleh umat Kristiani. Injil merupakan bagian dari Alkitab (bible), yaitu empat kitab pertama dalam perjanjian baru: Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas, dan Injil Yohanes.

Nah sekarang, pertanyaannya adalah apakah injil-injil ini asli firman Allah?

Pertama, berdasarkan sejarah, keempat kitab injil tersebut ditulis pada tahun sekitar 65 – 110 M. Sedangkan Yesus meninggalkan dunia ini pada tahun 33 M. Artinya, setidaknya ada jeda 32 tahun sejak diangkat Allah (wafat dalam kepercayaan Kristen) sampai injil yang pertama tesebut dituliskan. Dengan fakta ini maka jelas bahwa Yesus tidak pernah memeriksa injil tesebut akurat atau tidak. Ditambah lagi, tidak ada tradisi menghapal atau menulis tiap perkataan Yesus pada saat Yesus di dunia. Misalkan ada orang tersebut, siapa orang itu? Apakah memang benar-benar ditunjuk oleh Yesus untuk mengahapalkan atau menuliskannya? Sampai saat ini tidak ada informasi mengenai hal ini. Ini salah satu indikasi bahwa injil tidak asli firman Allah. Coba saja bayangkan, jika anda menuliskan cerita tentang guru anda yang telah meninggal 32 tahun yang lalu. Jangankan 32 tahun, pelajaran sekolah dalam waktu beberapa tahun setelah lulus saja dengan mudah banyak terlupakan.

Kedua, naskah injil kuno yang masih ada sampai sekarang adalah bebahasa Yunani. Naskah inilah yang menjadi rujukan alkitab sekarang (CMIIW). Di sisi lain, dalam kehidupannya, Yesus berbahasa Aramaik (yang saat ini hampir punah). Artinya dalam naskah injil yang paling kuno pun sudah mengalami penerjemahan. Naskah-naskah injil ini kemudian dikanonkan menjadi bagian dari Alkitab. Alkitab kemudian diterjemahkan lagi ke dalam berbagai macam bahasa. Seperti yang kita ketahui, (terjemahan) Alkitab selalu mengalami revisi. Lalu mana yang terjemahan yang lebih akurat? Tentunya tidak ada pilihan lain, jika ingin mengetahui yang paling akurat adalah dengan merujuk merujuk ke naskah kuno tersebut karena tidak ada orang yang secara turun temurun dari generasi ke generasi untuk mengahafal atau menuliskan perkataan dan perbuatan Yesus selama di dunia. Lalu apakah ada jaminan bahwa dalam naskah kuno injil tersebut tidak ada error dalam penerjemahan perkataan Yesus?

Terjemahan adalah hal yang tidak bisa sembarangan dilakukan, Karena dengan salah pemilihan satu kata saja bisa mengubah makna secara drastis. Hal inilah yang terjadi sekarang. Coba saksikan perdebatan “Yesus itu Tuhan atau bukan”. Carilah video debat yang memang kedua pihak berada dalam satu panggung sehingga fair menilai argumennya. Saya pribadi menilai penjelasan dari pihak yang menyatakan Yesus bukan Tuhan lebih logis padahal argumen mereka adalah ayat-ayat alkitabitu sendiri. Tentu saja penilaian saya bisa jadi bersifat subjektif. Lebih baik anda tonton sendiri, dibawah ini adalah video yang saya fikir cukup fair debatnya.

https://www.youtube.com/watch?v=5Aqw307nXc0

https://www.youtube.com/watch?v=npFoUq7nc8k

Ketiga, injil (4 kitab injil) bukanlah kumpulan firman Allah yang dituliskan oleh keempat keempat penulis injil. Tetapi, sebuah tulisan yang terinspirasi dari kehidupan Yesus sehingga di dalamnya memuat perbuatan dan perkataan Yesus. Tidak dipungkiri, mungkin saja ada firman Allah di dalam injil injil ini, tapi yang pasti injil-injil sudah bercampur dengan ungkapan-ungkapan pemikiran manusia. Lalu bagaiamana kita tahu mana yang benar-benar valid dari Yesus dan bukan?

Hal ini senada dengan apa yang dilakukan oleh kelompok Jesus Seminar. Kelompok ini menilai hanya 18% dari perkataan dan 16% dari perbuatan Yesus dalam injil yang autentik. Jika ingin tahu lebih jauh tentang hal ini search aja: “Jesus seminar” atau “Robert W Funk”

Sebagai kesimpulan saya bisa menuliskan:

1.       Jika injil didefinisikan sebagai firman Allah, jelas injil yang sekarang ada dalam alkitab sudah diubah dan campuran dari pemikiran manusia.

2.       Jika injil didefinisikan sebagai tulisan yang dikarang oleh keempat penginjil, maka injil bisa jadi asli jika injil tersebut salinan (bukan terjemahan) dari naskah injil tesebut.

Mungkin sekian jawaban saya, semoga bermanfaat. Semoga dapat dimengerti perbedaan keyakinan seperti ini dan tetap saling menghormati kepercayaan masing-masing.

Khusus untuk anda yang sedang mencari agama yang benar: teruslah belajar dan ambil keputusan begitu anda melihat kebenaran. Waktu kita di dunia sangat sempit, jika kita mati dalam jalan (agama) yang salah maka kita tidak punya kesempatan kedua.

Jumat, 14 Mei 2021

Dari mana Muslim bisa berpendapat bahwa kitab Injil itu sudah diubah?

 By Panjul

Saya coba jawab sesuai pengetahuan saya saja ya sebagai muslim. Bagi muslim lainnya, Saya mohon koreksinya jika ada yang salah.

Sebelum saya menjawab, saya ingin mengatakan bahwa saya tidak bermaksud untuk menyinggung umat Nasrani. Jawaban saya ini murni karena pandangan saya pribadi sebagai muslim. Jadi jika anda (umat nasrani) tidak setuju, anggaplah sebagai perbedaan. Saya akan berusaha berhati hati untuk menggunakan bahasa yang baik.

Oke kita mulai.

salah satu rukun Iman dalam Islam adalah beriman kepada kitab Allah. 

Ada empat kitab yang oleh umat islam diyakini diturunkan oleh Allah SWT yaitu: Taurat kepada Musa As, Zabur kepada Daud As, Injil kepada Isa As, dan Alquran kepada Muhammad SAW.

Karena fokus pertanyaan ini adalah injil, maka perlu disepakati dulu  apa itu injil. 

Injil merupakan merupakan istilah yang merujuk empat kitab pertama dalam alkitab perjanjian baru. Oleh karena itu, jika kita gunakan definisi injil ini, berarti umat islam tidak meyakini seluruh alkitab adalah dari Allah karena injil hanya bagian dari Alkitab.

Lalu bagaimana muslim berpendapat bahwa kitab injil itu sudah diubah?

Saya buat dua jawaban, yaitu berdasarkan Alquran (alasan utama) dan berdasarkan non Alquran (alasan pelengkap). Jika anda tidak tertarik jawaban pertama, silakan skip saja dan langsung baca jawaban kedua (alasan pelengkap) 

Alasan Utama (khusus bagi muslim):

Kenapa ini adalah alasan utama? Karena Alquran adalah kitab suci umat islam yang digunakan sebagai rujukan utama. Jadi bagi umat islam, kebenaran Alquran adalah mutlak.

Pertama ada dalil-dalil dalam Alquran seperti dibawah ini:

QS 2:97:

"Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: "Ini dari Allah," (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka akibat apa yang mereka kerjakan" (Albaqoroh 79)

Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: “Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah”, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui. ” (QS. Ali Imron: 78)

(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat).” (QS. Al Maidah: 13)

Lalu, dimana injil yang asli? Ini juga tidak disebutkan dalam Alquran. Menurut pendapat saya, sudah tidak terlalu penting dimana injil yang asli karena Allah sudah menurunkan Alquran sebagai petunjuk untuk semua makhluk termasuk bangsa jin. Sedangkan injil hanya ditunjukkan untuk bani israil saja.

Dengan adanya argumen-argumen ini, maka muslim berpendapat bahwa Kitab sebelum Alquran telah mengalami perubahan, penggantian, atau penakwilan yang keliru.

Alasan pelengkap (pelengkap bagi muslim, dan alasan utama bagi non-Kristen)

Adanya penelitian mengenai ayat-ayat dalam Alkitab (injil termasuk di dalamnya).

Penelitian ini bahkan bukan dilakukan oleh muslim, melainkan oleh biblical scholar bernama Robert W. Funk. Beliau adalah pendiri Jesus Seminar yang beranggotakan 50 biblical scholar di California. Kelompok ini menilai hanya 18% dari perkataan dan 16% dari perbuatan Yesus dalam injil yang autentik. Artinya sisanya adalah dipertanyakan. Jika ingin tahu lebih jauh silakan search sendiri dengan kata kunci “Jesus Seminar” atau “Robert Funk”.

Konsep ketuhanan yang sangat berbeda dengan agama Abrahamic lainnya (Yahudi dan Islam)

Dalam Agama Kristen, konsep monoteisme diekspresikan dalam Trinitas. Di sisi lain, Yahudi dan Islam meyakini bahwa keesaan Tuhan adalah mutlak. Setiap Agama pasti merujuk ke kitab sucinya. Begitu pula Kristen merujuk kepada Alkitab (injil di dalamnya). Masalahnya adalah: kesimpulan bahwa Yesus adalah Tuhan berdasarkan Alkitab bukanlah satu-satunya kesimpulan yang bisa didapat. Untuk hal ini, saya biasanya tonton debat yang memang kedua belah pihak ada di acara tersebut sehingga mereka dapat saling berargumen dengan dasarnya masing-masing. Contohnya ini:

https://www.youtube.com/watch?v=5Aqw307nXc0

https://www.youtube.com/watch?v=npFoUq7nc8k

Jika kita tonton debat mengenai ini, maka kita (setidaknya saya) bisa melihat kesimpulan Yesus sebegai nabi (bukan Tuhan) berdasarkan Alkitab lebih masuk akal karena argumennya jelas. Tentu saja pendapat saya ini bisa jadi sangat subjektif. Sebaiknya anda tonton sendiri untuk lebih jelasnya.

Penulisan dan bahasa naskah injil

Silakan pelajari bagaimana penulisan Alkitab. Kalau menurut saya, penulisan alkitab ini mirip dengan penulisan hadits dalam islam. Artinya apa? Ada kesulitan menetukan mana yang harus dimasukkan sebagai injil dan mana yang bukan. Dalam islam, ada yang namanya hadits shahih, lemah, bahkan sampai palsu. Semua level ini memiliki standard berbeda-beda yang dapat di telusuri dengan cara melihat perawinya. Masalahnya tidak semua naskah Alkitab tidak disertai dengan keterangan rantai pentutur hingga orang yang pernah bertermu dengan Yesus (CMIIW). Sedangkan naskah-naskah alkitab ditulis setelah kehidupan Yesus di dunia,  Jadi, tidak ada jaminan bahwa yang tertulis dalam Alkitab itu bersumber dari Yesus. Tentu saja orang Kristen dapat berkata bahwa penulisnya dibimbing oleh Roh Kudus. Tapi argumen ini sangatlah subjektif. Bagaiamana kita tahu penulis tersebut dibimbing Roh Kudus.

Kemudian untuk bahasa. Yesus dalam kesehariannya berbahasa Aram, sedangkan naskah injil kebanyakan adalah bahasa Yunani. Artinya ada naskah tersebut adalah transalasi (terjemahan). Dan dalam penerjemahan tidak bisa dihindari adanya error.

Mungkin ini penjelasan singkat dari saya tentang mengapa muslim berpendapat bahwa injil sudah diubah. Tentu saja jawaban ini dilihat dari sudut pandang saya sebagai muslim dan sisi sujectif tidak bisa saya hilangkan sepenuhnya.

Yang paling penting adalah kita saling mengormati kepercayaan kita masing-masing. Semoga jawaban saya bermanfaat.