By Panjul
Saya coba
jawab sesuai pengetahuan saya saja ya sebagai muslim. Bagi muslim lainnya, Saya
mohon koreksinya jika ada yang salah.
Sebelum
saya menjawab, saya ingin mengatakan bahwa saya tidak bermaksud untuk
menyinggung umat Nasrani. Jawaban saya ini murni karena pandangan saya pribadi sebagai
muslim. Jadi jika anda (umat nasrani) tidak setuju, anggaplah sebagai perbedaan. Saya akan berusaha berhati hati untuk menggunakan bahasa yang baik.
Oke kita mulai.
salah satu rukun Iman dalam Islam adalah beriman kepada kitab Allah.
Ada empat kitab yang oleh umat islam diyakini diturunkan oleh Allah SWT yaitu: Taurat kepada Musa As, Zabur kepada Daud As, Injil kepada Isa As, dan Alquran kepada Muhammad SAW.
Karena fokus pertanyaan ini adalah injil, maka perlu disepakati dulu apa itu injil.
Injil merupakan merupakan istilah yang merujuk empat kitab pertama dalam alkitab perjanjian baru. Oleh karena itu, jika kita gunakan definisi injil ini, berarti umat islam tidak meyakini seluruh alkitab adalah dari Allah karena injil hanya bagian dari Alkitab.
Lalu bagaimana muslim berpendapat bahwa kitab injil itu sudah diubah?
Saya buat dua jawaban, yaitu berdasarkan Alquran (alasan utama) dan berdasarkan non Alquran (alasan pelengkap). Jika anda tidak tertarik jawaban pertama, silakan skip saja dan langsung baca jawaban kedua (alasan pelengkap)
Alasan Utama (khusus bagi muslim):
Kenapa ini adalah alasan utama? Karena Alquran adalah kitab suci umat islam yang digunakan sebagai rujukan utama. Jadi bagi umat islam, kebenaran Alquran adalah mutlak.
Pertama ada dalil-dalil dalam Alquran seperti dibawah ini:
QS 2:97:
"Maka
kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka
sendiri, lalu dikatakannya: "Ini dari Allah," (dengan maksud) untuk
memperoleh keuntungan sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah
bagi mereka akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan
kecelakaan besarlah bagi mereka akibat apa yang mereka kerjakan" (Albaqoroh 79)
“Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: “Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah”, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui. ” (QS. Ali Imron: 78)
“(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat).” (QS. Al Maidah: 13)
Lalu, dimana injil yang asli? Ini juga tidak disebutkan dalam Alquran. Menurut pendapat saya, sudah tidak terlalu penting dimana injil yang asli karena Allah sudah menurunkan Alquran sebagai petunjuk untuk semua makhluk termasuk bangsa jin. Sedangkan injil hanya ditunjukkan untuk bani israil saja.
Dengan adanya argumen-argumen ini, maka muslim berpendapat bahwa Kitab sebelum Alquran telah mengalami perubahan, penggantian, atau penakwilan yang keliru.
Alasan pelengkap (pelengkap bagi muslim, dan alasan utama bagi non-Kristen)
Adanya penelitian
mengenai ayat-ayat dalam Alkitab (injil termasuk di dalamnya).
Penelitian
ini bahkan bukan dilakukan oleh muslim, melainkan oleh biblical scholar bernama
Robert W. Funk. Beliau adalah pendiri Jesus Seminar yang beranggotakan 50 biblical
scholar di California. Kelompok ini menilai hanya 18% dari perkataan dan 16%
dari perbuatan Yesus dalam injil yang autentik. Artinya sisanya adalah
dipertanyakan. Jika ingin tahu lebih jauh silakan search sendiri dengan kata
kunci “Jesus Seminar” atau “Robert Funk”.
Konsep
ketuhanan yang sangat berbeda dengan agama Abrahamic lainnya (Yahudi dan Islam)
Dalam Agama
Kristen, konsep monoteisme diekspresikan dalam Trinitas. Di sisi lain, Yahudi
dan Islam meyakini bahwa keesaan Tuhan adalah mutlak. Setiap Agama pasti
merujuk ke kitab sucinya. Begitu pula Kristen merujuk kepada Alkitab (injil di
dalamnya). Masalahnya adalah: kesimpulan bahwa Yesus adalah Tuhan berdasarkan
Alkitab bukanlah satu-satunya kesimpulan yang bisa didapat. Untuk hal ini, saya
biasanya tonton debat yang memang kedua belah pihak ada di acara tersebut
sehingga mereka dapat saling berargumen dengan dasarnya masing-masing.
Contohnya ini:
https://www.youtube.com/watch?v=5Aqw307nXc0
https://www.youtube.com/watch?v=npFoUq7nc8k
Jika kita
tonton debat mengenai ini, maka kita (setidaknya saya) bisa melihat kesimpulan
Yesus sebegai nabi (bukan Tuhan) berdasarkan Alkitab lebih masuk akal karena argumennya
jelas. Tentu saja pendapat saya ini bisa jadi sangat subjektif. Sebaiknya anda
tonton sendiri untuk lebih jelasnya.
Penulisan
dan bahasa naskah injil
Silakan
pelajari bagaimana penulisan Alkitab. Kalau menurut saya, penulisan alkitab ini
mirip dengan penulisan hadits dalam islam. Artinya apa? Ada kesulitan menetukan
mana yang harus dimasukkan sebagai injil dan mana yang bukan. Dalam islam, ada
yang namanya hadits shahih, lemah, bahkan sampai palsu. Semua level ini
memiliki standard berbeda-beda yang dapat di telusuri dengan cara melihat
perawinya. Masalahnya tidak semua naskah Alkitab tidak disertai dengan
keterangan rantai pentutur hingga orang yang pernah bertermu dengan Yesus
(CMIIW). Sedangkan naskah-naskah alkitab ditulis setelah kehidupan Yesus di
dunia, Jadi, tidak ada jaminan bahwa
yang tertulis dalam Alkitab itu bersumber dari Yesus. Tentu saja orang Kristen
dapat berkata bahwa penulisnya dibimbing oleh Roh Kudus. Tapi argumen ini
sangatlah subjektif. Bagaiamana kita tahu penulis tersebut dibimbing Roh Kudus.
Kemudian
untuk bahasa. Yesus dalam kesehariannya berbahasa Aram, sedangkan naskah injil kebanyakan
adalah bahasa Yunani. Artinya ada naskah tersebut adalah transalasi
(terjemahan). Dan dalam penerjemahan tidak bisa dihindari adanya error.
Mungkin ini
penjelasan singkat dari saya tentang mengapa muslim berpendapat bahwa injil
sudah diubah. Tentu saja jawaban ini dilihat dari sudut pandang saya sebagai
muslim dan sisi sujectif tidak bisa saya hilangkan sepenuhnya.
Yang paling
penting adalah kita saling mengormati kepercayaan kita masing-masing. Semoga
jawaban saya bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar