Senin, 17 Mei 2021

Dari mana Muslim bisa berpendapat bahwa kitab Injil itu sudah diubah?

By panjul

Saya coba jawab sesuai pengetahuan saya saja ya sebagai muslim. Bagi muslim lainnya, Saya mohon koreksinya jika ada yang salah.

Oke kita mulai.

Pertama: salah satu rukun Iman dalam Islam adalah beriman kepada kitab Allah. Kitab disini bukan hanya berarti dalam bentuk tulisan di dalam buku atau lembaran-lembaran. Contohnya Alquran, Alquran sebenarnya bukan dalam bentuk tulisan, tetapi dalam bentuk pengucapan (recite). Maka, jika kita melihat Alquran dalam bentuk buku, itu artinya pengucapan kalimat-kalimat Allah yang dibukukan.

Dalam islam, Alquran merupakan sumber rujukan utama (kitab suci). Oleh karenanya bagi penganutnya kebenaran Alquran adalah mutlak. Ada empat kitab yang oleh umat islam diyakini diturunkan oleh Allah SWT yaitu: Taurat kepada Musa As, Zabur kepada Daud As, Injil kepada Isa As, dan Alquran kepada Muhammad SAW.

Lalu bagaimana muslim berpendapat bahwa kitab injil itu sudah diubah?

Saya akan buat dua alasan: “Alasan Utama” khusus bagi muslim karena dasarnya adalah Alquran dan “Alasan pelengkap” karena dasarnya bukan Alquran. Jika anda tidak tertarik dengan Alquran, silakan lanjut ke alasan pelengkap kecuali anda ingin tahu tentang Alquran.

Alasan Utama (khusus bagi muslim):

Mungkin sudah ada jawaban-jawaban yang hampir sama dengan ini. Yaitu ada dalil-dalil dalam Alquran dibawah ini:

(Ali ‘Imran: 78):

“Sesungguhnya ada segolongan di antara mereka yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu mengira yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: ‘Ini (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah’, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui.”

Albaqarah:79

“Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, dengan maksud untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.” (Al-Baqarah: 79)

Seperti yang saya jelaskan di atas bahwa kitab sebelum Alquran adalah Taurat, Zabur dan Injil. Oleh karena itu makna ayat ini bisa dikatakan bahwa ada perubahan, pengnatian, atau penakwilan yang keliru dalam dalam kitab sebelum Alquran (termasuk injil) sehingga Alquran diturunkan untuk membenarkannya.

Dengan adanya argumen-argumen ini, maka muslim berpendapat bahwa Kitab sebelum Alquran telah mengalami perubahan, penggantian, atau penakwilan yang keliru. Lalu dimana yang asli? Jawabannya tidak tahu, karena Alquran tidak pernah menyebutkan dimana injil yang belum diubah. Lagi pula umat islam sudah punya rujukan Alquran, jadi keberadaan injil yang asli tidaklah penting.

Alasan pelengkap (pelengkap bagi muslim, dan alasan utama bagi non-Kristen)

Sebelum membahas lebih jauh mari kita coba definisikan lebih dahulu apa itu injil yang sekarang diyakini oleh umat Kristiani. Injil merupakan bagian dari Alkitab (bible), yaitu empat kitab pertama dalam perjanjian baru: Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas, dan Injil Yohanes.

Nah sekarang, pertanyaannya adalah apakah injil-injil ini asli firman Allah?

Pertama, berdasarkan sejarah, keempat kitab injil tersebut ditulis pada tahun sekitar 65 – 110 M. Sedangkan Yesus meninggalkan dunia ini pada tahun 33 M. Artinya, setidaknya ada jeda 32 tahun sejak diangkat Allah (wafat dalam kepercayaan Kristen) sampai injil yang pertama tesebut dituliskan. Dengan fakta ini maka jelas bahwa Yesus tidak pernah memeriksa injil tesebut akurat atau tidak. Ditambah lagi, tidak ada tradisi menghapal atau menulis tiap perkataan Yesus pada saat Yesus di dunia. Misalkan ada orang tersebut, siapa orang itu? Apakah memang benar-benar ditunjuk oleh Yesus untuk mengahapalkan atau menuliskannya? Sampai saat ini tidak ada informasi mengenai hal ini. Ini salah satu indikasi bahwa injil tidak asli firman Allah. Coba saja bayangkan, jika anda menuliskan cerita tentang guru anda yang telah meninggal 32 tahun yang lalu. Jangankan 32 tahun, pelajaran sekolah dalam waktu beberapa tahun setelah lulus saja dengan mudah banyak terlupakan.

Kedua, naskah injil kuno yang masih ada sampai sekarang adalah bebahasa Yunani. Naskah inilah yang menjadi rujukan alkitab sekarang (CMIIW). Di sisi lain, dalam kehidupannya, Yesus berbahasa Aramaik (yang saat ini hampir punah). Artinya dalam naskah injil yang paling kuno pun sudah mengalami penerjemahan. Naskah-naskah injil ini kemudian dikanonkan menjadi bagian dari Alkitab. Alkitab kemudian diterjemahkan lagi ke dalam berbagai macam bahasa. Seperti yang kita ketahui, (terjemahan) Alkitab selalu mengalami revisi. Lalu mana yang terjemahan yang lebih akurat? Tentunya tidak ada pilihan lain, jika ingin mengetahui yang paling akurat adalah dengan merujuk merujuk ke naskah kuno tersebut karena tidak ada orang yang secara turun temurun dari generasi ke generasi untuk mengahafal atau menuliskan perkataan dan perbuatan Yesus selama di dunia. Lalu apakah ada jaminan bahwa dalam naskah kuno injil tersebut tidak ada error dalam penerjemahan perkataan Yesus?

Terjemahan adalah hal yang tidak bisa sembarangan dilakukan, Karena dengan salah pemilihan satu kata saja bisa mengubah makna secara drastis. Hal inilah yang terjadi sekarang. Coba saksikan perdebatan “Yesus itu Tuhan atau bukan”. Carilah video debat yang memang kedua pihak berada dalam satu panggung sehingga fair menilai argumennya. Saya pribadi menilai penjelasan dari pihak yang menyatakan Yesus bukan Tuhan lebih logis padahal argumen mereka adalah ayat-ayat alkitabitu sendiri. Tentu saja penilaian saya bisa jadi bersifat subjektif. Lebih baik anda tonton sendiri, dibawah ini adalah video yang saya fikir cukup fair debatnya.

https://www.youtube.com/watch?v=5Aqw307nXc0

https://www.youtube.com/watch?v=npFoUq7nc8k

Ketiga, injil (4 kitab injil) bukanlah kumpulan firman Allah yang dituliskan oleh keempat keempat penulis injil. Tetapi, sebuah tulisan yang terinspirasi dari kehidupan Yesus sehingga di dalamnya memuat perbuatan dan perkataan Yesus. Tidak dipungkiri, mungkin saja ada firman Allah di dalam injil injil ini, tapi yang pasti injil-injil sudah bercampur dengan ungkapan-ungkapan pemikiran manusia. Lalu bagaiamana kita tahu mana yang benar-benar valid dari Yesus dan bukan?

Hal ini senada dengan apa yang dilakukan oleh kelompok Jesus Seminar. Kelompok ini menilai hanya 18% dari perkataan dan 16% dari perbuatan Yesus dalam injil yang autentik. Jika ingin tahu lebih jauh tentang hal ini search aja: “Jesus seminar” atau “Robert W Funk”

Sebagai kesimpulan saya bisa menuliskan:

1.       Jika injil didefinisikan sebagai firman Allah, jelas injil yang sekarang ada dalam alkitab sudah diubah dan campuran dari pemikiran manusia.

2.       Jika injil didefinisikan sebagai tulisan yang dikarang oleh keempat penginjil, maka injil bisa jadi asli jika injil tersebut salinan (bukan terjemahan) dari naskah injil tesebut.

Mungkin sekian jawaban saya, semoga bermanfaat. Semoga dapat dimengerti perbedaan keyakinan seperti ini dan tetap saling menghormati kepercayaan masing-masing.

Khusus untuk anda yang sedang mencari agama yang benar: teruslah belajar dan ambil keputusan begitu anda melihat kebenaran. Waktu kita di dunia sangat sempit, jika kita mati dalam jalan (agama) yang salah maka kita tidak punya kesempatan kedua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar