By panjul
Saya coba jawab sesuai pengetahuan
saya saja ya sebagai muslim. Bagi muslim lainnya, Saya mohon koreksinya jika
ada yang salah.
Oke kita
mulai.
Pertama: salah
satu rukun Iman dalam Islam adalah beriman kepada kitab Allah. Kitab disini
bukan hanya berarti dalam bentuk tulisan di dalam buku atau lembaran-lembaran.
Contohnya Alquran, Alquran sebenarnya bukan dalam bentuk tulisan, tetapi dalam
bentuk pengucapan (recite). Maka,
jika kita melihat Alquran dalam bentuk buku, itu artinya pengucapan
kalimat-kalimat Allah yang dibukukan.
Dalam
islam, Alquran merupakan sumber rujukan utama (kitab suci). Oleh karenanya bagi penganutnya kebenaran Alquran
adalah mutlak. Ada empat kitab yang oleh umat islam diyakini diturunkan oleh Allah
SWT yaitu: Taurat kepada Musa As, Zabur kepada Daud As, Injil kepada Isa As,
dan Alquran kepada Muhammad SAW.
Lalu
bagaimana muslim berpendapat bahwa kitab injil itu sudah diubah?
Saya akan
buat dua alasan: “Alasan Utama” khusus bagi muslim karena dasarnya adalah
Alquran dan “Alasan pelengkap” karena dasarnya bukan Alquran. Jika anda tidak
tertarik dengan Alquran, silakan lanjut ke alasan pelengkap kecuali anda ingin
tahu tentang Alquran.
Alasan Utama (khusus bagi muslim):
Mungkin
sudah ada jawaban-jawaban yang hampir sama dengan ini. Yaitu ada dalil-dalil
dalam Alquran dibawah ini:
(Ali
‘Imran: 78):
“Sesungguhnya
ada segolongan di antara mereka yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab,
supaya kamu mengira yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan
dari Al Kitab dan mereka mengatakan: ‘Ini (yang dibaca itu datang) dari sisi
Allah’, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah,
sedang mereka mengetahui.”
Albaqarah:79
“Maka
kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka
sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, dengan maksud untuk memperoleh
keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi
mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan
yang besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.” (Al-Baqarah:
79)
Seperti
yang saya jelaskan di atas bahwa kitab sebelum Alquran adalah Taurat, Zabur dan
Injil. Oleh karena itu makna ayat ini bisa dikatakan bahwa ada perubahan,
pengnatian, atau penakwilan yang keliru dalam dalam kitab sebelum Alquran
(termasuk injil) sehingga Alquran diturunkan untuk membenarkannya.
Dengan
adanya argumen-argumen ini, maka muslim berpendapat bahwa Kitab sebelum Alquran
telah mengalami perubahan, penggantian, atau penakwilan yang keliru. Lalu dimana
yang asli? Jawabannya tidak tahu, karena Alquran tidak pernah menyebutkan
dimana injil yang belum diubah. Lagi pula umat islam sudah punya rujukan
Alquran, jadi keberadaan injil yang asli tidaklah penting.
Alasan pelengkap (pelengkap bagi
muslim, dan alasan utama bagi non-Kristen)
Sebelum
membahas lebih jauh mari kita coba definisikan lebih dahulu apa itu injil yang
sekarang diyakini oleh umat Kristiani. Injil merupakan bagian dari Alkitab
(bible), yaitu empat kitab pertama dalam perjanjian baru: Injil Matius, Injil
Markus, Injil Lukas, dan Injil Yohanes.
Nah
sekarang, pertanyaannya adalah apakah injil-injil ini asli firman Allah?
Pertama, berdasarkan
sejarah, keempat kitab injil tersebut ditulis pada tahun sekitar 65 – 110 M.
Sedangkan Yesus meninggalkan dunia ini pada tahun 33 M. Artinya, setidaknya ada
jeda 32 tahun sejak diangkat Allah (wafat dalam kepercayaan Kristen) sampai injil
yang pertama tesebut dituliskan. Dengan fakta ini maka jelas bahwa Yesus tidak
pernah memeriksa injil tesebut akurat atau tidak. Ditambah lagi, tidak ada
tradisi menghapal atau menulis tiap perkataan Yesus pada saat Yesus di dunia.
Misalkan ada orang tersebut, siapa orang itu? Apakah memang benar-benar
ditunjuk oleh Yesus untuk mengahapalkan atau menuliskannya? Sampai saat ini
tidak ada informasi mengenai hal ini. Ini salah satu indikasi bahwa injil tidak
asli firman Allah. Coba saja bayangkan, jika anda menuliskan cerita tentang guru
anda yang telah meninggal 32 tahun yang lalu. Jangankan 32 tahun, pelajaran
sekolah dalam waktu beberapa tahun setelah lulus saja dengan mudah banyak
terlupakan.
Kedua,
naskah injil kuno yang masih ada sampai sekarang adalah bebahasa Yunani. Naskah
inilah yang menjadi rujukan alkitab sekarang (CMIIW). Di sisi lain, dalam
kehidupannya, Yesus berbahasa Aramaik (yang saat ini hampir punah). Artinya
dalam naskah injil yang paling kuno pun sudah mengalami penerjemahan. Naskah-naskah
injil ini kemudian dikanonkan menjadi bagian dari Alkitab. Alkitab kemudian
diterjemahkan lagi ke dalam berbagai macam bahasa. Seperti yang kita ketahui, (terjemahan)
Alkitab selalu mengalami revisi. Lalu mana yang terjemahan yang lebih akurat?
Tentunya tidak ada pilihan lain, jika ingin mengetahui yang paling akurat
adalah dengan merujuk merujuk ke naskah kuno tersebut karena tidak ada orang
yang secara turun temurun dari generasi ke generasi untuk mengahafal atau
menuliskan perkataan dan perbuatan Yesus selama di dunia. Lalu apakah ada
jaminan bahwa dalam naskah kuno injil tersebut tidak ada error dalam
penerjemahan perkataan Yesus?
Terjemahan
adalah hal yang tidak bisa sembarangan dilakukan, Karena dengan salah pemilihan
satu kata saja bisa mengubah makna secara drastis. Hal inilah yang terjadi
sekarang. Coba saksikan perdebatan “Yesus itu Tuhan atau bukan”. Carilah video
debat yang memang kedua pihak berada dalam satu panggung sehingga fair menilai
argumennya. Saya pribadi menilai penjelasan dari pihak yang menyatakan Yesus
bukan Tuhan lebih logis padahal argumen mereka adalah ayat-ayat alkitabitu
sendiri. Tentu saja penilaian saya bisa jadi bersifat subjektif. Lebih baik
anda tonton sendiri, dibawah ini adalah video yang saya fikir cukup fair
debatnya.
https://www.youtube.com/watch?v=5Aqw307nXc0
https://www.youtube.com/watch?v=npFoUq7nc8k
Ketiga, injil
(4 kitab injil) bukanlah kumpulan firman Allah yang dituliskan oleh keempat keempat
penulis injil. Tetapi, sebuah tulisan yang terinspirasi dari kehidupan Yesus
sehingga di dalamnya memuat perbuatan dan perkataan Yesus. Tidak dipungkiri, mungkin
saja ada firman Allah di dalam injil injil ini, tapi yang pasti injil-injil sudah
bercampur dengan ungkapan-ungkapan pemikiran manusia. Lalu bagaiamana kita tahu
mana yang benar-benar valid dari Yesus dan bukan?
Hal ini
senada dengan apa yang dilakukan oleh kelompok Jesus Seminar. Kelompok ini
menilai hanya 18% dari perkataan dan 16% dari perbuatan Yesus dalam injil yang
autentik. Jika ingin tahu lebih jauh tentang hal ini search aja: “Jesus seminar”
atau “Robert W Funk”
Sebagai
kesimpulan saya bisa menuliskan:
1. Jika injil didefinisikan sebagai
firman Allah, jelas injil yang sekarang ada dalam alkitab sudah diubah dan campuran
dari pemikiran manusia.
2. Jika injil didefinisikan sebagai
tulisan yang dikarang oleh keempat penginjil, maka injil bisa jadi asli jika
injil tersebut salinan (bukan terjemahan) dari naskah injil tesebut.
Mungkin
sekian jawaban saya, semoga bermanfaat. Semoga dapat dimengerti perbedaan
keyakinan seperti ini dan tetap saling menghormati kepercayaan masing-masing.
Khusus
untuk anda yang sedang mencari agama yang benar: teruslah belajar dan ambil
keputusan begitu anda melihat kebenaran. Waktu kita di dunia sangat sempit, jika
kita mati dalam jalan (agama) yang salah maka kita tidak punya kesempatan kedua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar