By: panjul
Saya akan coba jawab seobjektif mungkin, tapi saya pake anonim
karena kuatir jadi debat kusir yang keluar dari topik pertanyaan dan mengingat
tidak semua Quoran berfikiran terbuka. Intinya saya hanya share apa yang saya
sudah pelajari. Benar atau salah diserahkan kepada pembaca masing-masing.
Mengapa Yesus tidak mengakui dirinya
sebagai Tuhan di dalam Kitab Injil?
Jawaban yang pasti saat ini adalah tidak ada yang tahu karena pengarang injil (keempat kitab injil) sudah
meninggal semua sehingga kita tidak bisa menanyakan langsung kepada mereka.
Mungkin ini akan terjawab jika ditemukan mansukrip injil kuno lain yang
menerangkan status Yesus sebenarnya.
Nah kalau jawaban yang tidak pasti ada dua pilihan: 1. Yesus
mengakui, tapi ayat tersebut bersifat kiasan. 2. Yesus memang bukan Tuhan.
Tidak bisa dipungkiri bahwa semua ayat yang dijadikan argumen
bahwa “Yesus adalah Tuhan” bersifat ambigu (maknanya lebih bisa lebih dari satu)
atau kiasan. Kalau memang anggapan “Yesus adalah Tuhan” itu mutlak benar di
injil, maka tidak ada yang namanya aliran Unitarianisme (contoh Arianisme,
saksi Yehova). Logikanya, aliran ini juga menggunakan injil yang sama, tapi konsep
yang paling fundamental ini bisa berbeda. Artinya, ada perbedaan penafsiran
atau penakwilan injil. Ini berarti ayat-ayat tersebut memiliki makna lebih dari
satu atau kiasan.
Mungkin satu-satunya ayat yang secara eksplisit menyetujui bahwa “Yesus
adalah Tuhan” adalah Yohanes 13:13.
“Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan,
dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.”
Namun, kata “Tuhan” disini juga bersifat ambigu karena asalnya
dari kata “Lord” atau “Kyrios”. Kata ini bisa diterjemahkan sebagai “Tuhan”,
“Tuan”, atau “Junjungan”. Dalam beberapa versi, ayat ini diterjemahkan menggunakan
kata “junjungan” atau “Tuan”. Karena saya bukan kristolog,atau teolog, maka saya
tidak ingin membahas ini lebih jauh. Biarkan mereka para ahli yang berbicara,
tinggal googling aja video “perdebatan unitariaisme dan Trinitarian” atau
sejenisnya. Zaman sekarang gampang cari informasi, yang susah adalah cari mana
yang valid. Kenapa saya sarankan dari video debat? Karena dalam debat, adu
argumennya terlihat sekali, sehingga sudah ototmatis informasi yang dibutuhkan keluarkan.
Nah, kita tinggal cek apa yang narasumber katakan itu valid apa tidak. Kalau
perlu cek juga debat Yesus dalam pandangan Kristen dan Islam. Loh, kenapa
Islam? Karena pandangan Yesus dalam Unitarian hampir sama dengan pandangan
Yesus dalam Islam. Menurut pendapat saya, jika seorang Unitarian percaya bahwa
Muhammad adalah utusan Allah maka secara esensi dia sudah islam.
Intinya, ada ayat-ayat yang dijadikan argumen bahwa
Yesus adalah Tuhan, tapi banyak juga ayat yang secara tegas menunjukkan bahwa
Yesus adalah utusan Allah (nabi) dengan segala keterbatasannya. Masing-masing
pihak memiliki argumennya. Namun setiap pihak juga punya konsekuensi terhadap
anggapannya (Yesus Tuhan atau bukan Tuhan).
Bagi pihak yang menyatakan Yesus adalah Tuhan maka
mereka harus bisa menjelaskan bagaimana ayat-ayat yang mengindikasikan bahwa
Yesus bukan Tuhan (lebih tepatnya hanya seorang Nabi), contohnya Yesus mengaku
nabi, Yesus berdoa kepada Allah, Yesus tidak tahu kapan hari kiamat, Yesus
mati, dan lain-lain. Bagaimana Tuhan bisa seperti ini? Untuk menjawab ini,
pihak Kristen arus utama mengarang/membuat/mengkonsepkan Trinitas. Beberapa
sumber juga menggunakan istilah “incognito project”. Sehingga pada saat
dihadapkan dengan kenyataan ayat yang menunjukkan Yesus adalah manusa biasa, bisa
dijawa dengan berdalih bahwa Yesus kan 100% manusia dan 100% Tuhan. Yup, hal
ini seperti memberikan standar ganda (tidak konsisten) untuk membenarkan konsep
bahwa Yesus adalah Tuhan. Lebih-lebih lagi, konsep “incognito project” dan
trinitas tidak ada di dalam injil. Jika ditanya mana bukti konsep itu benar,
maka jawabannya balik ke ayat-ayat ambigu tersebut. Artinya konsep trnitias and
“incognito project” adalah penafsiran juga. Inilah kelemahan konsep Trinitas
yang membuat tidak sedikit orang Kristen keluar dari agamanya.
Di sisi lain, bagi pihak yang menyatakan Yesus
adalah Nabi (Unitarian), mereka juga memiliki argumen argumen yang kuat. Ayat-ayat
yang menyatakan bahwa Yesus adalah Nabi (manusia) ada banyak dan dinyatakan
secara eksplisit. Tapi, pihak ini juga harus bisa menjelaskan ayat-ayat ambigu
yang dijadikan argumen bahwa Yesus itu Tuhan. Misalnya: “Aku dan Bapak adalah
satu”. Salah satu penafsirannya adalah, kata “satu” disini memiliki arti
kiasan, yaitu bukan pribadinya yang satu tapi satu ajaran (Firman). Sekali lagi
saya tidak akan membahas detail mengenai ini karena saya bukan ahlinya. Saya
hanya memberikan contoh saja tanpa mempertimbangkan keakuratan.
Debat semacam ini sudah tejadi sejak lama. Kalau
kita lihat sejarahnya, perbedaan pandangan trinitas dan unitarianisme sudah
terjadi sebelum konsili nikea I. Dengan mempelajari sejarah kita bisa tahu
dengan jelas kapan, apa dan dimana. Tetapi kita tidak bisa tahu dengan pasti
mengapa dan bagaimana. Nah berdasarkan sejarah, yang jelas kita bisa tahu bahwa
status Yesus itu diperdebatkan sejak lama. Kemudian “disepakati” bahwa ajaran
yang “lurus” dalam Kristen adalah Trinitas dalam konsili nikea I. Sedangkan
pandangan unitarianisme, yang digagas oleh Arius, dianggap Bidah. Arius sendiri
belajar Teologi di Antiokia, yang merupakan pusat agama Kristen pada abad
pertama masehi. Di antiokia inilah murid-murid Yesus untuk pertama kali disebut
Kristen.
Kenapa sekarang jadi masih diperderbatkan?
Jelas karena yang menyepakati dalam konsili nikea I
itu juga manusia biasa semua, bukan nabi atau malaikat. Konsili nikea adalah
semacam musyawarah/rapat/meeting, maka tidak bisa dihindari adanya maneuver-manuver
politik untuk suatu kepentingan pada saat konsili tersebut berlangsung. Coba
saja bayangkan jika yang disepakati dalam konsili nikea I adalah paham
arianisme (unitrianisme). Bukan tidak mungkin, saat ini yang menjadi mayoritas
dalam Kristen adalah Unitarianisme dan Trinitaslah yang dianggap bidah. Bahkan,
jika kita pelajari sejarah lebih jauh, maka ada juga doktrin lain semacam Sabellianisme.
Intinya sejak zaman dahulu penjelasan injil mengenai Yesus itu diperdebatkan
sehingga banyak penafsiran. Ini fakta yang memang tidak bisa dibantah. Oleh
karena itu, tidak sedikit para biblical scholar yang mempertanyakan keakuratan
injil mengingat injil juga dikarang oleh manusia. Inilah yang dilakukan oleh
Robert Funk yang menggagas Jesus Seminar. Silakan googling sendiri saja lah apa
yang mereka temukan dari hasil studi mereka.
Lalu mana yang benar? Karena saya sudah bilang
diawal ingin seobjektif mungkin, maka jawaban panjang saya ini bukan untuk
menenyimpulkan mana yang benar dan salah. Benar dan salah diserahkan kepada para
pembaca masing-masing. Yang ingin saya share disini adalah supaya kita tetap
terus belajar dari berbagai pandangan dan tidak terkurung oleh komunitas yang
itu-itu saja. Kita perlu kritisi agama untuk mendapatkan jawaban apakah agama
ini benar. Kita perlu bandingkan agama yang satu dengan yang lainnya untuk
mendapatkan jawaban agama mana yang harus kita pilih. Waktu hidup kita di dunia
terbatas.
Jika anda beragama (apapun agama itu), jangan telan
mentah-mentah apa yang dikatakan oleh pemuka agama anda. Pastur, Pendeta,
Kyiai, Ulama, Biksu, dll semuanya hanyalah manusia biasa yang pasti punya kesalahan.
Rujukan orang yang beragama adalah kitab sucinya, bukan tokoh agamanya dan bukan
kelakuan para pemeluknya.