By Panjul
Pindah agama dari agama satu ke agama lainnya
sepertinya menjadi hal yang lumrah di Indonesia. Karena memang Indonesia
menjamin kebebasan beragama. Kebanyakan di Indonesia perpindahan agama terjadi
antara islam dan Kristen (dan katolik). Pindah agama biasanya menjadi ramai
jika orang yang pindah agama tersebut adalah seorang yang terkenal, sebutlah
nama: Asmirandah, Dedy Corbuzier, Reza Rahadian, Nafa Urbach, dan masih banyak
lagi. Alasan mereka pindah agama pun berbagai macam seperti: pernikahan, merasa
tidak nyaman dengan agama awalnya, karena mempelajari agama sehingga yakin
dengan agama yang dipelajarinya, dan alasan lainnya.
Karena yang banyak terjadi di Indonesia
adalah perpindahan antara Islam dan Kristen, maka dalam tulisan ini saya coba
bandingkan kedua agama tersebut. Sebenarnya banyak hal yang bisa dibandingkan
dari dua agama. Dalam agama Islam dan Kristen memiliki banyak hal yang sama,
namun ada hal paling fundamental yang berbeda. Hal yang paling fundamental
inilah yang menjadikan kedua agama ini berbeda, yaitu dalam konsep Ketuhanan. Konsep
ketuhanan dalam Islam dikenal dengan istilah Tauhid sedangkan dalam Kristen
dikenal dengan istilah TRINITAS.
Begitu seseorang menganut agama tertentu,
maka orang tersebut akan terikat dalam hukum-hukum agama yang dianutnya.
Memang, dalam agama mananpun ada perbedaan mengenai hukum-hukum walaupun masih
dalam suatu agama. Misal dalam islam ada perbedaan hukum menurut mazhabnya.
Sama halnya dengan agama Kristen bahwa ada berbagai macam aliran dalam Kristen.
Walaupun dalam satu agama tertentu terdapat perbedaan, namun konsep
ketuhanannya sama, yaitu Tauhid dalam Islam dan Trinitas dalam Kristen. Oleh
karena itu, konsep Tauhid dan Trinitas inilah yang perlu dicermati saat memilih
atau pindah agama (Terutama Islam-Kristen).
Konsep
Tauhid (Mohon koreksi jika ada yang salah)
Secara ringkas Tauhid adalah konsep
mengesakan Tuhan (Allah). Dalam islam dikenal dengan kalimat “Laa ilaha
illallah”, yang artinya tiada ilah (yang berhak disembah) selain Allah. Makna
Tauhid menjadi fundamental karena ini berarti seorang muslim tidak boleh
menyembah selain Allah. Oleh karena itu seorang muslim tidak diperkenankan
mengkultuskan seseorang. Bahkan Nabi Muhammad sebagai orang yang paling
disanjung oleh umat islam pun hanyalah sebagai nabi dan tidak boleh
mengkultuskannya. Jika ada umat islam yang menyembah atau mengkultuskan selain
Allah, maka orang tersebut telah berbuat syirik (menyekutukan Allah).
Meyekutukan Allah merupakan dosa yang paling besar dalam islam.
Konsep
Trinitas (Mohon koreksi juga jika ada yang salah)
Konsep Trinitas menyatakan bahwa Allah adalah tiga pribadi atau hipostasis yang
sehakikat (konsubstansial)—Bapa, Putra (Yesus Kristus), dan Roh Kudus—sebagai "satu Allah dalam tiga Pribadi
Ilahi". Ketiga pribadi ini berbeda, tetapi merupakan satu "substansi,
esensi, atau kodrat" (homoousios).[4] Dalam konteks ini, "kodrat" adalah apa Dia, sedangkan "pribadi" adalah siapa Dia
(Wikipedia)
Penjelasan di atas saya kutip dari Wikipedia. Bagi
saya (atau mungkin juga pembaca), konsep yang Trinitas yang saya kutip diatas
membingungkan. Oleha karenanya saya mencoba mencari penjelasan lebih detil
tentang konsep ini. Enaknya zaman sekarang adalah ada internet, jadi kita hanya
perlu mengetik kata kunci dan informasi yang kita cari pun sebagian besar dapat
didapat. Setelah mencoba mencari penjelasan tentang Trinitas, akhirnya saya
membaca di situs berikut:
https://gadoga.com/mengerti-Allah-tritunggal-trinitas-dengan-mudah.html
Dalam website tersebut, seorang penulis mencoba menjelaskan sebisa
mungkin agar pembacanya mengerti konsep tritunggal bahkan dilengkapi dengan
analoginya. Berikut saya kutip inti penjelasan dari situs tersbut:
‘’’
Yup,
itulah yang benar. Jadi:
Allah Bapa BUKAN Yesus BUKAN Roh Kudus
Yesus BUKAN Allah Bapa BUKAN Roh Kudus
Roh Kudus BUKAN Allah Bapa BUKAN Yesus
Allah Bapa adalah Tuhan, Yesus adalah Tuhan, Roh Kudus adalah
Tuhan
‘’’
Setelah membahas kedua konsep ketuhanan di
atas, lalu bagaimana kita harus bersikap? Ya tergantung kita di posisi seperti
apa. Jika kita sudah mantap dengan agama yang kita anut sekarang, ya terima
saja masing-masing konsep tanpa perlu mempertanyakan. Yang penting adalah
saling menghormati. Jika kita adalah orang yang sedang mencari kebenaran, ya
perlu kita pelajari lebih jauh tentang kedua konsep tersebut. Kita harus uji kedua
konsep tersebut.
Memilih agama bukanlah hal yang bisa sembarangan kita lakukan. Kenapa? Kedua agama sama-sama mengklaim bahwa hanya dengan agama tersebutlah kita bisa selamat di akhirat nanti. Tujuan utama kita memilih agama bukan hanya untuk di dunia saja tapi juga untuk keselamatan di akhirat yang akan kita alami setelah mati. Lalu agama mana yang benar? Ada pendapat yang kira-kira intinya begini: “semua agama itu benar dan dapat menuju Tuhan yang sama atau surga di akhirat nanti”. Jika pendapat ini benar, maka akan bagus karena kita tidak perlu khawatir memilih agama manapun. Tapi jika pendapat ini salah (artinya: hanya satu agama yang benar), maka jika kita terlanjur memilih agama yang salah, kita tidak akan selamat di akhirat kelak. Oleh karena itu, sebelum kita mati, kita (setidaknya saya) seharusnya memilih agama dengan cermat dan tidak sembarangan memilih agama. Lalu bagaimana cara memilih agama yang benar?
Ya kita harus punya standard untuk menentukan
agama mana yang benar. Menurut saya konsep ketuhanan adalah yang paling penting
dalam semua agama (terutama Islam dan Kristen). Kalau seorang muslim meyakini
ada Tuhan selain Allah maka dia sudah keluar dari agama islam. Begitu pula
dalam Kristen, jika tidak percaya bahwa Yesus itu Tuhan maka kita tidak akan
selamat. Oleh karena itu konsep ketuhanan itu lah yang harus kita uji standard
kebenarannya. Menguji konsep ketuhanan adalah langkah pertama yang bisa kita
lakukan untuk menentukan kebenaran sebuah agama. Setidaknya dengan langkah
pertama ini, kita bisa mengeliminasi agama-agama yang tidak benar sehingga
dapat mengerucut ke agama tertentu. Selanjutnya, bagaimana jika ada lebih dari
satu agama yang lulus uji konsep ketuhanan? Berarti kita buat lagi standard
yang adil untuk membandingkannya, misal: kitab sucinya atau pembawa agama
tersebut. Tahap ini tidak dibahas di tulisan ini. Mungkin jika ada kesempatan
akan dibahas di tulisan lain.
Di bagian ini adalah cara bagaimana saya
menguji kebenaran konsep ketuhanan dalam Islam dan Kristen. Saya sangat
menghormati jika ada yang tidak setuju dengan cara saya ini. Jika ada yang
ingin didiskusikan pun saya sangat terbuka. Okay, mari kita mulai.
Pertama, coba lupakan dalil-dalil dari kitab
suci baik Quran maupun Alkitab. Kenapa? Kalau kita mengacu pada Quran dan
Alkitab maka kita menjadi tidak fair. Maksud saya, kalau rujukan kita Quran
maka bisa jadi kita akan condong ke Islam, begitu juga jika kita merujuk ke
Alkitab maka bisa jadi kita jadi akan condong ke Kristen.
Kedua, lalu apa rujukan kita? Jawabannya
adalah akal dan logika. Kenapa? Karena semua manusia punya akal, tinggal mau
dipakai atau tidak. Menentukan keputusan atau kesimpulan akan lebih adil dan
tepat jika kita gunakan akal kita, bukan menggunakan perasaan.
Ketiga, sebisa mungkin jangan
memutuskan/menyimpulkan dengan perasaan. Analoginya seperti ini: jika kita
sedang sidang skripsi di kampus, lalu ditanya oleh penguji tentang argumen kita. Namun, kita menjawab “berdasarkan perasaan
saya bla bla bla…" . Apa jadinya? Gagal total studi kita bertahun-tahun di
kampus.
Setelah caranya kita tentukan seperti yang disebutkan
di atas, mari kita ujikan kedua konsep tersebut diatas. Tujuan kita adalah
menentukan mana yang benar antara konsep Tauhid dan Trinitas. Karena hanya ada
satu yang benar, maka otomatis satu yang lainnya salah. Maksudnya adalah jika
Tauhid ini benar maka Trinitas itu salah. Begitu juga sebaliknya: jika Trinitas
itu benar maka Tauhid itu salah.
Mari kita uji dengan pertanyaan:
Pertanyaan Pertama, Siapa Tuhan?
Dalam tauhid: Hanya Allah
Dalam Trinitas: Allah Bapa adalah Tuhan, Roh
Kudus adalah Tuhan, Yesus adalah Tuhan
Pertanyaan Kedua, ada Berapa Tuhan?
Dalam Tauhid: Satu
Dalam Trinitas: Satu
Dari kedua pertanyaan tersebut, “terlihat” Tauhid lebih logis dan konsisten. Kenapa? Dalam trinitas ada tiga pribadi, namun trinitas tetap bilang bahwa hanya ada satu Tuhan. Apakah ini masuk akal dan logis? Bisa iya bisa tidak. Hal ini terjadi mungkin karena kita tidak paham tentang trinitas. Oleh karenaya mari kita uji lebih dalam tentang trinitias ini, baik secara konsep dan analoginya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar