Selasa, 27 April 2021

TAUHID vs TRINITAS (part 1)

By Panjul

Pindah agama dari agama satu ke agama lainnya sepertinya menjadi hal yang lumrah di Indonesia. Karena memang Indonesia menjamin kebebasan beragama. Kebanyakan di Indonesia perpindahan agama terjadi antara islam dan Kristen (dan katolik). Pindah agama biasanya menjadi ramai jika orang yang pindah agama tersebut adalah seorang yang terkenal, sebutlah nama: Asmirandah, Dedy Corbuzier, Reza Rahadian, Nafa Urbach, dan masih banyak lagi. Alasan mereka pindah agama pun berbagai macam seperti: pernikahan, merasa tidak nyaman dengan agama awalnya, karena mempelajari agama sehingga yakin dengan agama yang dipelajarinya, dan alasan lainnya.

Karena yang banyak terjadi di Indonesia adalah perpindahan antara Islam dan Kristen, maka dalam tulisan ini saya coba bandingkan kedua agama tersebut. Sebenarnya banyak hal yang bisa dibandingkan dari dua agama. Dalam agama Islam dan Kristen memiliki banyak hal yang sama, namun ada hal paling fundamental yang berbeda. Hal yang paling fundamental inilah yang menjadikan kedua agama ini berbeda, yaitu dalam konsep Ketuhanan. Konsep ketuhanan dalam Islam dikenal dengan istilah Tauhid sedangkan dalam Kristen dikenal dengan istilah TRINITAS.

Begitu seseorang menganut agama tertentu, maka orang tersebut akan terikat dalam hukum-hukum agama yang dianutnya. Memang, dalam agama mananpun ada perbedaan mengenai hukum-hukum walaupun masih dalam suatu agama. Misal dalam islam ada perbedaan hukum menurut mazhabnya. Sama halnya dengan agama Kristen bahwa ada berbagai macam aliran dalam Kristen. Walaupun dalam satu agama tertentu terdapat perbedaan, namun konsep ketuhanannya sama, yaitu Tauhid dalam Islam dan Trinitas dalam Kristen. Oleh karena itu, konsep Tauhid dan Trinitas inilah yang perlu dicermati saat memilih atau pindah agama (Terutama Islam-Kristen).

Konsep Tauhid (Mohon koreksi jika ada yang salah)

Secara ringkas Tauhid adalah konsep mengesakan Tuhan (Allah). Dalam islam dikenal dengan kalimat “Laa ilaha illallah”, yang artinya tiada ilah (yang berhak disembah) selain Allah. Makna Tauhid menjadi fundamental karena ini berarti seorang muslim tidak boleh menyembah selain Allah. Oleh karena itu seorang muslim tidak diperkenankan mengkultuskan seseorang. Bahkan Nabi Muhammad sebagai orang yang paling disanjung oleh umat islam pun hanyalah sebagai nabi dan tidak boleh mengkultuskannya. Jika ada umat islam yang menyembah atau mengkultuskan selain Allah, maka orang tersebut telah berbuat syirik (menyekutukan Allah). Meyekutukan Allah merupakan dosa yang paling besar dalam islam.

Konsep Trinitas (Mohon koreksi juga jika ada yang salah)

Konsep Trinitas menyatakan bahwa Allah adalah tiga pribadi atau hipostasis yang sehakikat (konsubstansial)—BapaPutra (Yesus Kristus), dan Roh Kudus—sebagai "satu Allah dalam tiga Pribadi Ilahi". Ketiga pribadi ini berbeda, tetapi merupakan satu "substansi, esensi, atau kodrat" (homoousios).[4] Dalam konteks ini, "kodrat" adalah apa Dia, sedangkan "pribadi" adalah siapa Dia (Wikipedia)

Penjelasan di atas saya kutip dari Wikipedia. Bagi saya (atau mungkin juga pembaca), konsep yang Trinitas yang saya kutip diatas membingungkan. Oleha karenanya saya mencoba mencari penjelasan lebih detil tentang konsep ini. Enaknya zaman sekarang adalah ada internet, jadi kita hanya perlu mengetik kata kunci dan informasi yang kita cari pun sebagian besar dapat didapat. Setelah mencoba mencari penjelasan tentang Trinitas, akhirnya saya membaca di situs berikut:

https://gadoga.com/mengerti-Allah-tritunggal-trinitas-dengan-mudah.html

Dalam website tersebut, seorang penulis mencoba menjelaskan sebisa mungkin agar pembacanya mengerti konsep tritunggal bahkan dilengkapi dengan analoginya. Berikut saya kutip inti penjelasan dari situs tersbut:

‘’’

Yup, itulah yang benar. Jadi:

Allah Bapa BUKAN Yesus BUKAN Roh Kudus

Yesus BUKAN Allah Bapa BUKAN Roh Kudus

Roh Kudus BUKAN Allah Bapa BUKAN Yesus

Allah Bapa adalah Tuhan, Yesus adalah Tuhan, Roh Kudus adalah Tuhan

 ‘’’

Setelah membahas kedua konsep ketuhanan di atas, lalu bagaimana kita harus bersikap? Ya tergantung kita di posisi seperti apa. Jika kita sudah mantap dengan agama yang kita anut sekarang, ya terima saja masing-masing konsep tanpa perlu mempertanyakan. Yang penting adalah saling menghormati. Jika kita adalah orang yang sedang mencari kebenaran, ya perlu kita pelajari lebih jauh tentang kedua konsep tersebut. Kita harus uji kedua konsep tersebut.

Memilih agama bukanlah hal yang bisa sembarangan kita lakukan. Kenapa? Kedua agama sama-sama mengklaim bahwa hanya dengan agama tersebutlah kita bisa selamat di akhirat nanti. Tujuan utama kita memilih agama bukan hanya untuk di dunia saja tapi juga untuk keselamatan di akhirat yang akan kita alami setelah mati. Lalu agama mana yang benar? Ada pendapat yang kira-kira intinya begini: “semua agama itu benar dan dapat menuju Tuhan yang sama atau surga di akhirat nanti”. Jika pendapat ini benar, maka akan bagus karena kita tidak perlu khawatir memilih agama manapun. Tapi jika pendapat ini salah (artinya: hanya satu agama yang benar), maka jika kita terlanjur memilih agama yang salah, kita tidak akan selamat di akhirat kelak. Oleh karena itu, sebelum kita mati, kita (setidaknya saya) seharusnya memilih agama dengan cermat dan tidak sembarangan memilih agama. Lalu bagaimana cara memilih agama yang benar?

Ya kita harus punya standard untuk menentukan agama mana yang benar. Menurut saya konsep ketuhanan adalah yang paling penting dalam semua agama (terutama Islam dan Kristen). Kalau seorang muslim meyakini ada Tuhan selain Allah maka dia sudah keluar dari agama islam. Begitu pula dalam Kristen, jika tidak percaya bahwa Yesus itu Tuhan maka kita tidak akan selamat. Oleh karena itu konsep ketuhanan itu lah yang harus kita uji standard kebenarannya. Menguji konsep ketuhanan adalah langkah pertama yang bisa kita lakukan untuk menentukan kebenaran sebuah agama. Setidaknya dengan langkah pertama ini, kita bisa mengeliminasi agama-agama yang tidak benar sehingga dapat mengerucut ke agama tertentu. Selanjutnya, bagaimana jika ada lebih dari satu agama yang lulus uji konsep ketuhanan? Berarti kita buat lagi standard yang adil untuk membandingkannya, misal: kitab sucinya atau pembawa agama tersebut. Tahap ini tidak dibahas di tulisan ini. Mungkin jika ada kesempatan akan dibahas di tulisan lain.

Di bagian ini adalah cara bagaimana saya menguji kebenaran konsep ketuhanan dalam Islam dan Kristen. Saya sangat menghormati jika ada yang tidak setuju dengan cara saya ini. Jika ada yang ingin didiskusikan pun saya sangat terbuka. Okay, mari kita mulai.

Pertama, coba lupakan dalil-dalil dari kitab suci baik Quran maupun Alkitab. Kenapa? Kalau kita mengacu pada Quran dan Alkitab maka kita menjadi tidak fair. Maksud saya, kalau rujukan kita Quran maka bisa jadi kita akan condong ke Islam, begitu juga jika kita merujuk ke Alkitab maka bisa jadi kita jadi akan condong ke Kristen.

Kedua, lalu apa rujukan kita? Jawabannya adalah akal dan logika. Kenapa? Karena semua manusia punya akal, tinggal mau dipakai atau tidak. Menentukan keputusan atau kesimpulan akan lebih adil dan tepat jika kita gunakan akal kita, bukan menggunakan perasaan.

Ketiga, sebisa mungkin jangan memutuskan/menyimpulkan dengan perasaan. Analoginya seperti ini: jika kita sedang sidang skripsi di kampus, lalu ditanya oleh penguji tentang argumen kita.  Namun, kita menjawab “berdasarkan perasaan saya bla bla bla…" . Apa jadinya? Gagal total studi kita bertahun-tahun di kampus.

Setelah caranya kita tentukan seperti yang disebutkan di atas, mari kita ujikan kedua konsep tersebut diatas. Tujuan kita adalah menentukan mana yang benar antara konsep Tauhid dan Trinitas. Karena hanya ada satu yang benar, maka otomatis satu yang lainnya salah. Maksudnya adalah jika Tauhid ini benar maka Trinitas itu salah. Begitu juga sebaliknya: jika Trinitas itu benar maka Tauhid itu salah.

Mari kita uji dengan pertanyaan:

Pertanyaan Pertama, Siapa Tuhan?

Dalam tauhid: Hanya Allah

Dalam Trinitas: Allah Bapa adalah Tuhan, Roh Kudus adalah Tuhan, Yesus adalah Tuhan

Pertanyaan Kedua, ada Berapa Tuhan?

Dalam Tauhid: Satu

Dalam Trinitas: Satu

Dari kedua pertanyaan tersebut, “terlihat” Tauhid lebih logis dan konsisten. Kenapa? Dalam trinitas ada tiga pribadi, namun trinitas tetap bilang bahwa hanya ada satu Tuhan. Apakah ini masuk akal dan logis? Bisa iya bisa tidak. Hal ini terjadi mungkin karena kita tidak paham tentang trinitas. Oleh karenaya mari kita uji lebih dalam tentang trinitias ini, baik secara konsep dan analoginya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar