By: Panjul
Namanya Yesus Kristus dalam agama Kristen dan Isa As dalam agama Islam. Apakah Yesus Kristus dan Isa As adalah orang yang sama? Kalau kita lihat dari kisah-kisah dalam agama Kristen dan Islam, sepertinya mengacu pada orang yang sama. Kenapa? Kedua agama tersebut menceritakan hal yang sama contoh: dapat menghidupkan orang mati dan menyembuhkan orang buta. Oleh karena itu dalam tulisan ini, kita anggap Yesus dan Isa adalah orang yang sama.
Walaupun Yesus wajib diimani (dipercaya) di agama Islam dan Kristen, namun konsepnya sangat berbeda jauh. Dalam Kristen, Yesus itu adalah Tuhan (lebih tepatnya satu dari tritunggal). Dalam Islam, Yesus adalah utusan Tuhan (Nabi), sehingga derajatnya sama seperti nabi-nabi yang lain (Ibrahim, Musa, dan Muhammad).
Perdebatan Yesus sebagai nabi atau Tuhan bukanlah hal yang baru. Masing-masing agama punya dalil dari Kitab sucinya masing-masing. Permasalahannya adalah Agama Islam menganggap Alkitab sudah tidak asli, begitu juga sebaliknya Agama Kristen menganggap Alquran bukan lah wahyu dari Allah, melainkan karangan Nabi Muhammad. Sebenarnya bagi umat Islam atau Kristen tidak masalah karena masing-masing mereka sudah beriman dengan caranya masing-masing. Toleransi pun tetap harus terjaga antara penganut Islam dan Kristen.
Perbedaan pendapat ini juga mungkin salah satunya terjadi karena rujukannya berbeda (Alquran dan Alkitab), maka jelas kesimpulannya kemungkinan besar akan berbeda. Namun, yang ingin saya tuliskan kali ini adalah bagaimana menilai perbedaan ini jika kita lihat Konsep Yesus sebagai Utusan Allah (nabi) atau Tuhan sebagai hasil produk saja. Maksudnya begini, sekarang ada dua jenis pendapat mengenai Yesus, yaitu sebagai Tuhan dan sebagai Nabi. Kemudian, kita bandingkan konsep ini namun kita coba lupakan dalil-dalil Alquran dan Alkitab. Kenapa saya buat seperti ini? Karena Islam tidak mempercayai kemurnian Alkitab dan Kristen juga tidak percara bahwa Alquran adalah dari Tuhan. Jadi sekalian saja kita sejenak lupakan dalil-dalil kedua kitab rujukan itu dan kita gunakan akal kita yang sudah pasti semua manusia gunakan. Analoginya seperti ini: misal ada dua buah mobil, Avanza dan Ertiga. Kedua mobil ini dibuat oleh perusahaan berbeda. Namun, saya ga mau tahu bagaiamana proses pembuatan mobilnya yang jelas saya akan bandingkan di speknya.
Isa As dalam Islam
Saya akan mulai Isa As dalam Islam. Saya coba tuliskan sebisa saya dan mohon koreksinya jika ada yang salah. Dalam Islam, Isa As adalah salah satu Utusan Allah (nabi). Isa As diberikan mukjizat dapat menyembuhkan orang buta, mengidupkan orang mati, berbicara saat bayi, dan lain-lain. Semua mukjizat ini dapat terjadi semata-mata karena izin Tuhan (Allah SWT). Tanpa izin Allah, Nabi Isa ga bisa melakukan semua mukjizat tersebut. Orang Islam dianggap tidak beriman jika tidak percaya kepada Nabi Isa As sebagai nabi. Orang Islam pun harus menyebutkan Alaihissalam (As) setelah namanya sebagai bentuk pengormatan kepada beliau. Nabi Isa tidak mati disalib, yang disalib adalah orang yang wajahnya diserupakan oleh Allah SWT. Saat itu nabi Isa As diangkat oleh Allah dan akan kembali ke dunia sebagai salah satu tanda datangnya kiamat. Ini yang saya ketahui tentang nabi Isa As dalam Islam. FYI: saya orang islam (setidaknya di KTP saya) tapi masih cetek ilmunya, kebanyakan belajar ilmu dunia (engineering) dan mikir yang aneh aneh kayak bikin tulisan seperti ini. Jadi kalau ada pembaca muslim yang ilmunya tinggi dan melihat ada kesalahan dalam tulisan saya ini mohon dikoreksi ya.
Bagi saya tidak ada masalah dengan konsep seperti ini yaitu Isa As sebagai Utusan Allah: simple, tidak ada kontradiksi, dan semuanya dapat diterima dengan akal saya. Namun, kalau ada yang mau dibantah (khususnya pembaca yang beragama Kristen) silakan diskusikan di kolom komentar ya. Siapa tahu ada sudut pandang lain yang belum saya tahu. Tapi ingat, jangan bawa-bawa dalil karena kita coba lupakan dulu sejenak di sini.
Yesus Kristus dalam Kristen (dan Katolik)
Sebelum saya tulis lebih jauh, saya ingin bilang bahwa saya bukan orang Kristen. Jadi apa yang saya tulis disini hanya sebatas pengetahuan saya baik yang saya dapat dari membaca atau saya dapat karena didatangi misionaris. Salah satu sumber yang saya ambil adalah dari https://wanita.sabda.org/. Yang ambil dari sini adalah tulisan dari pendeta Immanuel Pakan. Oleh karena itu bagi temen-temen Kristen mohon koreksinya jika ada yang salah dari tulisan saya ini.
Dalam ajaran Kristen (dan Katolik), Yesus merupakan salah satu bagian dari Trinitas. Trinitas sendiri terdiri dari Bapa (Allah), Roh Kudus, dan Anak (Yesus). Yesus memiliki sifat keilahian sehingga dapat melakukan mukjizat seperti menghidupkan orang yang sudah mati. Yesus mengajarkan kepada murid-muridnya berdoa agar tidak jatuh dalam pencobaan. Yesus berdoa kepada Bapa agar cawan itu berlalu Pada-Nya. Yesus juga dianggap menebus dosa manusia dengan darah. Yesus mati disalib kemudian pada hari ketiga terjadi kebangkitan Yesus. Kemudian Yesus juga akan kembali ke dunia nanti. Inilah yang saya ketahui tentang Yesus. Sekali lagi jika ada yang salah mohon koreksinya.
Pada bagian ini, saya akan menuliskan pendapat saya. Mungkin tulisan dibawah ini agak sensitif. Tapi saya akan coba tuliskan sebaik mungkin. Bagi yang baperan atau mudah tersinggung sebaiknya skip saja bagian ini. Dengan konsep Yesus sebagai tuhan, akan banyak hal kontradiktif disini, ambigu, dan menimbulkan tanda tanya besar. Mari kita bahas:
Pertama, Yesus adalah anak Allah dalam trinitas. Ada yang mengartikan bahwa Yesus adalah Allah yang menjadi manusia. Tapi, Yesus berdoa kepada Bapa (Allah), bukankah ini aneh? Jika Yesus adalah Allah maka dia tidak perlu berdoa kepada Allah karena dirinya adalah Allah. Apakah ada penjelasan lain?
Kedua, Yesus menebus dosa manusia. Orang yang menerima Dia sebagai juru selamat maka akan kekal disurga. Pertanyaannya, menebus dosa manusia kepada siapa? Saat kita menebus sesuatu maka tebusannya kita berikan ke seseorang atau lembaga tertentu. Misalnya saya menebus Hutang yang dimiliki oleh adik saya ke seorang rentenir. Artinya saya memberikan sejumlah uang ke rentenir tersebut sehingga adik saya lunas hutangnya. Sekarang, Yesus menebus dosa kepada siapa? Jika tebusannya itu dikorbankan ke Tuhan, lalu Tuhannya siapa? yang jelas pasti bukan Yesus. Lagi pula jika Yesus adalah Tuhan, ngapain nebus dosa, lebih baik ampuni saja dosa kan dia Tuhannya.
lebih lagi, bagi saya ini tidak adil sekali. Artinya jika orang menerima Dia sebagai juru selamat, lalu tinggal berbuat maksiat saja, toh akan masuk surga juga. Dibandingkan islam, yaitu: semua perbuatan sekecil apapun pasti akan diminta pertanggung jawaban di akhirat nanti. Manakah yang lebih adil?
Ketiga, Yesus mati disalib. Bagi saya ini fatal sekali. Tuhan seharusnya tidak mati. Buat apa menyembah pada suatu yang dapat mati. Dalam konsep trinitas pun terasa bahwa Bapa (Allah) adalah yang abadi dan Yesus pun berdoa kepada Allah. Lalu kenapa kita harus menganggap Yesus sebagai Tuhan?
Kemudian, jika kita coba hubungkan dengan konsep trinitas, Yesus mati selama 3 hari kemudian bangkit. Artinya selama 3 hari, hanya ada 2 anggota Trinitas saja. Berarti Setidaknya selama 3 hari ada kekosongan posisi Anak Allah
Sebenarnya saya sudah coba cari diskusi untuk 3 hal diatas. Namun, yang sering saya dapatkan diakhir diskusi tersebut adalah jawaban seperti “inilah misteri Tuhan, kita tidak akan mengerti”. Saya fikir konsep ketuhanan adalah yang paling fundamental dalam agama. Oleh karena itu sifatnya harus universal yang dapat diterima manusia, yaitu akal.
Saya bersyukur dilahirkan islam, walaupun pemahamannya masih dangkal. Lalu, dengan mencoba mempelajari konsep trinitas, justru saya semakin yakin bahwa keesaan Allah yang diajarkan oleh islam adalah yang benar. Saya tidak ingin beragama hanya karena keturunan saja, tapi harus dengan akal juga. Semoga Allah selalu menetapkan iman islam pada saya selalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar